Free Dance Cursors at www.totallyfreecursors.com
Aya Kawaii: Perjuangan Seorang Ayah Yang Tak Ada Hentinya
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Perjuangan Seorang Ayah Yang Tak Ada Hentinya


Beberapa hari yang lalu ketika aku dalam perjalanan pulang ke kota, tepatnya disuatu mobil dimana penumpangnya berdesak – desakkan, berdempet – dempetan, kecil – besar, tua dan mudah semuanya ada disana di mobil mikrolet yang biasa aku naikki setiap kali mau pulang kampung ataupun kembali ke kota.

Didalam mobil tersebut ada suatu pemandangan yang cukup menarik perhatianku, yaitu seorang bapak paruh baya yang duduk dibangku pojok belakang, yang juga masih ada hubungan kekeluargaan dengan ayahku.
Betapa tidak aku melihat kedua jarinya diperban, namun cara membungkusnya terlihat aneh seperti ada sesuatu yang mengganjal. Dengan penuh antusias, tanpa ragu – ragu akupun langsung menanyakan kepada bapak tersebut tentang apa yang terjadi dengan kedua jarinya.


Saya : Pak, jarinya kenapa ? kok diperban..?

Bpk : (dengan entengnya ia pun menjawab ) Owh ini, kedua jari bapak putus de’!! 

Saya : Hah..”PUTUS” kok bisa pak ?? (dengan ekspresi kaget dan wajah yg penuh rasa iba)

Bpk : Iya, jadi waktu bapak sedang kerja alat yang bapak gunakan tiba – tiba rusak dan tidak sengaja mengenai tangan bapak, yang mengakibatkan putusnya jari manis bapak, dan yang satu lagi jari kelingking terpaksa harus dipotong karena telah hancur dan terkena infeksi.

Saya : memangnya bapak kerja dimana ?

Bpk : ditambang emas de’, lumayan jauh dari sini kira – kira 5 hari 5 malam baru sampai, kalau menggunakan mobil.

Saya : owh, jauh juga yah pak, trus potongan jarinya yang putus ketemu gag pak ?

Bpk : nggak de’, bpk sempat nyariin tapi gag ketemu dan ketika itu masyarakat sekitar juga langsung membawa bapak ke rumah sakit terdekat dari tempat kejadian.

Ya.. Allah betapa sedihnya aku melihat keadaan bapak itu, dengan kedua jari yang telah putuspus ia masih saja tetap bisa tersenyum dengan ramahnya, dan tak mengeluh kesakitan sedikitpun.

Owh, sekuat itukah seorang ayah yang tak pernah ingin kelihatan lemah oleh keluarganya dan tetap selalu menjadi pengayom bagi istri, anak dan cucu – cucunya.

Dengan keadaan yang seperti itupun iya masih mau kembali ketempat dimana ia kehilangan kedua jarinya, untuk kembali bekerja mencari penghidupan yang halal untuk orang – orang yang disayanginya.

Rasa cintanya terhadap keluarga mengalahkan rasa sakit yang dideritanya. Meskipun hanya dengan 8 jari tangan yang tersisa tidak menyulutkan semangatnya untuk tetap giat bekerja tanpa penyesalan ataupun marah terhadap sang pencipta.

Sungguh mulianya seorang ayah, yang selalu mendahulukan keluarganya dibanding dengan diriya sendiri, tak pernah lelah, tak berputus asa, tak mengenal rasa sakit, tak pernah mengelu, tak ingin kelihatan lemah meskipun usianya terus bertambah.

Ayah yang membesarkan kita, mencari nafkah untuk keluarga dengan keringat yang setiap hari membasahi sekujur tubuhnya, ayah yang selalu memberikan motivasi dan dorongan untuk maju kepada  anak – anaknya, ayah yang selalu ingin anak – anaknya kelak lebih baik dari kehidupannya, ayah yang selalu menyuruh ibu untuk menanyakan kabar anak – anaknya ketika berada ditempat yang jauh, ayah yang tak henti – hentinya memanjatkan do’a untuk kesehatan, keselamatan, kesuksesan dan kebahagiaan orang – orang yang dicintainya.

Lantas apakah balasan kita terhadap manusia yang mulia yang kita sebut dengan sapaan “AYAH”, haruskah kita membangkang terhadap perkataanya, masihkah sanggup kita menyakitinya dengan ucapan/perbuatan yang tak semestinya, tidak malukah kita terhadap perjuangannya yang tak kenal lelah. Ayolah cukup tak lagi, saatnya untuk menyenangkan mereka atau jika belum bisa setidaknya dengarkanlah nasihat mereka, ikutilah apa yang mereka mau….karena tak ada orang tua yang menginginkan keburukan untuk anaknya selain kebaikan dan kebaikan.

Saat anda mengisap sebatang rokok, ingatlah jari – jari kedua orangtua kita, bayangkan jika rokok itu adalah jari mereka masih sanggupkah engkau terus melakukannya.. ?

Saat anda meminum minuman keras yang jelas terlarang, ingatlah keringat ayah dan ibu kita yang berjatuhan membasahi sekujur tubuh keduanya, masih sanngup engkau untuk tetap melanjutkannya..?

Saat anda berdua – duaan dengan pasangan anda, ingatlah ketika kedua orang tua kita dengan khusu’nya memanjatkan do’a untuk keselamatan anak – anak yang sangat dicintainya…!!

Maaf  bukan maksud saya untuk menceramahi, hanya ingin saling berbagi dan mengingatkan saja.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar