Jarum
jam terus berputar, tanpa peduli dengan apa yang terjadi.
Hari –
hari silih berganti tanpa peduli ada atau tidaknya hati yang tersakiti.
Waktu
terus berlalu, tak peduli dengan masa lalu, masa kini ataupun masa yang akan
datang.
Dan kini
tak terasa..
Usiaku
telah berkepala dua.
Cita –
cita kecilkupun telah berganti,
Dari
yang dulunya guru, berubah menjadi abu – abu.
Seperti
waktu yang entah akhirnya akan seperti apa ?? aku tak tahu!!
Semangat,
hanya itu yang kupunya.
Usaha
hanya itu yang membuat aku bisa.
Berdo’a,
bersabar, bertawakal dan ikhlas itulah alasan kenapa aku masih tetap bertahan
hingga kini.
Untukmu
Ibu,
Untukmu
Ayah,
Untuk
kedua senyuman kecil itu,
Untuk
kebahagiaan kita…
Semoga……
Semoga
akan tiba waktu yang dinanti…
Semoga
Allah mengijabah do’a kita…amin ya Rabbal alamin :)

0 komentar:
Posting Komentar