Free Dance Cursors at www.totallyfreecursors.com
Aya Kawaii: Berbeda bukan berarti salah tapi berbeda karena Hidup itu Indah
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Berbeda bukan berarti salah tapi berbeda karena Hidup itu Indah

Assalamualaikum..

Pagi ini saat aku baru kembali dari warung didepan kosan aku untuk membeli makanan, aku terkejut dengan tiga panggilan tak terjawab dan sebuah sms yang ada dalam handphoneku, karena tadi aku buru – buru keluar jadinya aku sampai lupa untuk membawanya.

Setelah aku periksa ternyata yang barusan menelepon itu adalah ayahku, begitupun dengan sms yang kuterimah juga berasal darinya.

Begini isi pesan singkat tersebut :

“ oya (nama kecilku),,,icha’(nama adikku, sekarang kelas empat SD dan baru saja menyelesaikan ujian kenaikan kelas), hanya meraih juara kedua dan aulia (murid baru disekolaannya icha’) yang mendapatkan juara pertama. Ibumu langsung marah dan menganjurkan si icha’ untuk pindah sekolah saja namun icha’ dengan tegasnya menolak karena sekolah yang dimaksud lumayan jauh”.


Asal tahu saja selama ini sebelum kedatangan murid baru itu, icha’ selalu mendapatkan peringkat pertama. Dan ibuku sebagai seorang ibu yang polos yang tak ingin anaknya dinomor duakan merasa tak adil dengan hasil yang diterimah anaknya, apalagi ibuku berfikiran kalau “sang murid baru” mendapatkan peringkat pertama karena tak lepas dari ibunya yang adalah seorang guru disekolahan tsb.

Akupun mengetahui kejadian itu, langsung meraih Handphoneku dan segera menghubungi ayahku lewat saluran telepon. 

Dalam perbincangan singkat itu, aku mengatakan kepada ayahku untuk jangan memarahi icha’ hanya karena ia tak bisa memperoleh apa yang kedua orangtuaku inginkan, jangan mengatakan kata” yang dapat menyakiti hatinya, jangan sampai ia tertekan dan berniat untuk berhenti sekolah. 

Karena diusianya yang baru 9th itu dia masih terlalu kecil untuk merasakan hal – hal yang terlalu dipaksakan.
Karena bagiku icha’ kecil, bukanlah anak yang tidak pintar. Jika dibandingkan denganku, aku merasa dialah yang lebih mampu, bagaimana tidak selama ini meskipun ia jarang belajar tapi ia selalu mendapatkan prestasi yang membanggakan. Sedangkan aku waktu masih seusianya harus belajar mati-matian siang dan malam untuk bisa mendapatkan juara agar dapat menyenangkan kedua orangtuaku.

Melihat icha’ yang sekarang aku jadi teringat kembali  10th yang lalu ketika aku masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Aku sigadis kecil mungil yang cerewet dan bawel yang selalu berangkat kesekolah setiap harinya dengan penuh semangat.

Setiap tahunnya aku selalu mendapatkan peringkat pertama. Kedua orangtuakupun sangat bangga terhadapku terutama ibuku. Hingga tahun – demi tahun aku lalui disekolah dengan begitu seriusnya belajar dengan keras hanya untuk mendapatkan predikat juara yang sebenarnya aku tak mengerti untuk apa aku memperolehnya.

Motivasi aku saat itu adalah karena aku terlalu senang dengan pujian – pujian yang dilontarkan oleh orang – orang terhadapku.  Dan hadiah – hadiah yang diberikan sebagai ucapan selamat untukku.
Ada juga temanku yang mengatakan kalau pada saat ibunya marah, ibunya selalu mebandingkan dia denganku. Kata ibunya dia anak yang tak bisa dibanggakan coba saja kalau dia bisa mencontoh apa yang aku lakukan dan menyenangkan kedua orantuanya.

Di satu sisi aku senang karena aku dijadikan contoh yang baik, namun disisi yang lain aku merasa bersalah karena keberadaanku seperti beban untuk teman – temanku yang lain.

Saat itu aku juga hampir kehilangan waktu – waktu bermainku untuk menghafal pelajaran” yang aku dapatkan disekolah. Setiap ujian datang, aku harus bangun pagi – pagi sekali untuk belajar dalam keadaan mata yang mengantuk, sungguh terkadang itu bukan menjadi suatu kesenangan lagi untukku melainkan beban rutin yang harus aku kerjakan.

Dan aku tak mau icha’ mengalami hal – hal yang demikian..

Aku ingin dia menjadi dirinya sendiri…
Dirinya yang berbeda diusianya yang masih sangat mudah…
Biarkan dia meraih prestasinya dengan cara yang ia punya…
Biarkan dia  menjadikan hidupnya menyenangkan tanpa tekanan..
Icha’ ku yang baik hatinya, teruslah belajar dengan caramu,,
Teruslah berprestasi dan berinovasi …
Jangan hiraukan cara berfikir orang kebanyakan..
Jangan mau hanya menjadi murid buku, meghafal tanpa memahami, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai yang sempurna dan prestasi yang sesungguhnya bukanlah yang utama.

Icha’ jika kau ingin teriak, teriaklah.
Jika kau ingin berlari, larilah.

Ciptakanlah suasana yang nyaman, yang tentram, yang menyenangkan…
Dan jangan lupa untuk memanjatkan do’a dan syukur kepada Allah SWT..

Semangat dan teruslah semangat (^O^)/







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar