Free Dance Cursors at www.totallyfreecursors.com
Aya Kawaii: Januari 2012
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kisah Pohon Apel


Sebagian dari kita mungkin sudah pernah membaca cerita ini tapi apa salahnya saya
muat kembali di blog ini buat saudara-saudara kita yang belum pernah membaca cerita ini
dan sebagai bahan review buat yang sudah pernah membaca. Semoga bermanfaat………
Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yang amat besar.Seorang kanakkanak
lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari. Dia memanjat
pohon tersebut, memetik serta memakan apel sepuas-puas hatinya, dan adakalanya dia
beristirahat lalu terlelap di perdu pohon apel tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi
tempat permainannya.
Pohon apel itu juga menyukai anak tersebut. Masa berlalu… anak lelaki itu sudah
besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain
di sekitar pohon apel tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pohon apel
tersebut dengan wajah yang sedih.
“Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon apel itu.
“Aku bukan lagi kanak-kanak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau,” jawab remaja
itu.
“Aku mau permainan. Aku perlu uang untuk membelinya,” tambah remaja itu dengan nada
yang sedih.
Lalu pohon apel itu berkata, “Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku.
Juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang
kauinginkan.”
Remaja itu dengan gembiranya memetik semua apel di pohon itu dan pergi dari situ.
Dia tidak kembali lagi selepas itu. Pohon apel itu merasa sedih.
Masa berlalu…
Suatu hari, remaja itu kembali. Dia semakin dewasa. Pohon apel itu merasa gembira.
“Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon apel itu.
“Aku tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin
membina rumah sebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Bisakah kau menolongku?”
Tanya anak itu.
“Maafkan aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi kau boleh memotong dahan-dahanku
yang besar ini dan kau buatlah rumah daripadanya.” Pohon apel itu memberikan cadangan.
Lalu, remaja yang semakin dewasa itu memotong ke semua dahan pohon apel itu dan pergi
dengan gembiranya. Pohon apel itu pun turut gembira tetapi kemudiannya merasa sedih
karena remaja itu tidak kembali lagi selepas itu.
33
Suatu hari yang panas, seorang lelaki datang menemui pohon apel itu. Dia sebenarnya
adalah anak lelaki yang pernah bermain-main dengan pohon apel itu. Dia telah matang dan
dewasa.
“Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon apel itu.
“Maafkan aku, tetapi aku bukan lagi anak lelaki yang suka bermain-main di sekitarmu. Aku
sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk belayar. Malangnya, aku tidak mempunyai
perahu. Bolehkah kau menolongku?” Tanya lelaki itu.
“Aku tidak mempunyai perahu untuk diberikan kepada kau. Tetapi kau boleh memotong
batang pohon ini untuk dijadikan perahu. Kau akan dapat belayar dengan gembira,” kata
pohon apel itu.
Lelaki itu merasa amat gembira dan menebang batang pohon apel itu. Dia kemudian
pergi dari situ dengan gembiranya dan tidak kembali lagi selepas itu.
Namun begitu, pada suatu hari, seorang lelaki yang semakin di mamah usia, datang
menuju pohon apel itu. Dia adalah anak lelaki yang pernah bermain di sekitar pohon apel itu.
“Maafkan aku. Aku tidak ada apa-apa lagi untuk diberikan kepada kau. Aku sudah
memberikan buahku untuk kau jual, dahanku untuk kau buat rumah, batangku untuk kau buat
perahu. Aku hanya ada tunggul dengan akar yang hampir mati…” kata pohon apel itu dengan
nada pilu.
“Aku tidak mahu apelmu karena aku sudah tiada bergigi untuk memakannya, aku tidak mahu
dahanmu kerana aku sudah tua untuk memotongnya, aku tidak mahu batang pohonmu kerana
aku tidak berupaya untuk belayar lagi, aku merasa lelah dan ingin istirahat,” jawab lelaki tua
itu.
“Jika begitu, istirahatlah di perduku,” kata pohon apel itu. Lalu lelaki tua itu duduk
beristirahat di perdu pohon apel itu dan beristirahat. Mereka berdua menangis kegembiraan.
Tahukah kamu. Sebenarnya, pohon apel yang dimaksudkan di dalam cerita itu adalah
kedua-dua ibu bapak kita. Saat kita masih muda, kita suka bermain dengan mereka. Ketika
kita meningkat remaja, kita perlukan bantuan mereka untuk meneruskan hidup. Kita
tinggalkan mereka, dan hanya kembali meminta pertolongan apabila kita di dalam kesusahan.
Namun begitu, mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia dan
gembira dalam hidup. Anda mungkin terfikir bahwa anak lelaki itu bersikap kejam terhadap
pohon apel itu, tetapi fikirkanlah, itu hakikatnya bagaimana kebanyakan anak-anak masa kini
melayani ibu bapak mereka.
Hargailah jasa ibu bapak kepada kita. Jangan hanya kita menghargai mereka semasa
menyambut hari ibu dan hari bapak setiap tahun.
***
34
Allah SWT berfirman :
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu
bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan
susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan,
sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a:
“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau
berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang
saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan)
kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya
aku termasuk orang-orang yang berserah diri” [Q.S 46:15]
Belum ada kata terlambat untuk kembali berbakti kepada kedua orang tua kita biarpun
mereka sudah tidak ada di dunia fana ini….MARI

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jomblo..!! (sampai kapan ??)


Hari – hari kulewati hanya sendiri
Tanpa kekasih…”by ello”

Lyrick lagu itu emang kayaknya sengaja diciptain buat aku !
Lagu ini emang benar – benar cerminan dari keseharianku. Gadis malang yang oleh teman – temannya sering disapa “hae jomblo”..!!

Hmmp,,,sungguh ga’ enak banget jadi bahan candaan hanya gara – gara aku belum juga punya pacar, please deh udah hampir 2tahun ini aku ngejomblo status yang kadang mebuat kita bebas tapi juga sering buat kita merasa cemburu dengan kebersamaan mereka yang udah punya pasangan.

Rasanya ingin juga berbagi cerita dengan seseorang yang kita sayang, ingin berbagi suka duka canda tangis dan sebagainya.
Ingin diperhatiin, ingin dimanja, dan sebaliknya akupun ingin menyayangi seseorang, menghiburnya ketika dia sedih, temanin dia saat dia sendiri, ngerawatnya saat dia sakit pokoknya “Take and Give lah” lengkapnya aku ini calon pacar yang cukup baik hehe.

Tapi pertanyaannya satu…!
“Apa susahnya pacaran ??”

Cowok ga’ punya, PDKT alias pendekatan slalu aja gagal !
Padahal ga’ sedikit lho teman – teman aku yang berusaha comblangin aku dengan kenalan mereka. Tapi lagi – lagi entah mengapa semuanya gatot alias gagal total.

Banyak yang bilang aku ini orangnya pemilih maunya yang perfect!
Ada juga yang bilang kalaw aku ini orangnya pemalu, gengsian dan sok Jaim ( jaga image ).

Emang si penilaian mereka ada benarnya juga, tapi ada satu lagi aku orangnya ga’ PD-an, 
rasa takut aku lebih besar dari keyakinan aku untuk ngejalanin sesuatu.
Misalnya ada cowok yang nembak aku tapi aku ga’ bisa trimah alasannya karena aku takut nantinya aku ga’ bisa cinta sama  dia dan mala nyakitin perasaanya.
Ada juga cowok yang sebenarnya aku suka, tapi lagi – lagi aku ga’ bisa nrimah, alasannya hanya karena aku merasa dia terlalu baik untuk aku, aku takut nantinya dia nyesal saaat kalaw ternyata masih banyak cewek yang lebih baik dari aku.

Perasaan – perasaan itu slalu saja mengganguku, perasaan pula yang membuat aku merasa seakan aku terkena kutukan, sumpah ataw semacamnya yang membuat aku sampai saat ini masih aja beta dengan status yang identik dengan seseorang yang ga’ laku – laku (sungguh meyebalkan).

Segala usaha t’lah aku lakukan do’apun tak jarang aku panjatkan.
Namun jika memang ini yang terbaik yah aku trimah saja, mugkin emang belum jalannya.
Yah intinya aku ikhlas aja, toh semua akan indah pada saatnya…

Jomblo entah sampai kapan aku ga’ tau jawabannya, tapi yang jaku tahu yang baik slalu mendapatkan yang terbaik.

Oleh sebab itu sebelum aku mendapatkan sesuatu yang baik aku harus pula berusaha untuk menjadi yang terbaik dari diri aku.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nyontek Dikit Gag Papa


     Dari semenjak aku duduk di bangku sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi saat ini,
Masih ada aja yang namanya ujian smester haa kata itu sungguh bagai "monster" yang siap menerkam (tentunya buat siapa aja yang ga' siap) 
hehe ^^
         Karena itulah seminggu penuh selama smester aku harus mulai membangun lagi keakraban sama yang namanya Buku, Catatan selama 1 smester, dan seluruh fotocopy yang hampir setiap minggunya slalu mrampas uang saku aku hmp :(
Yah,,,meskipun belajarnya juga agak maksa sih,,
Gimana ga' mata kuliah selama satu smester hanya dipelajari selama satu malam suntuk..tuk..tuk !!
atau paling lama seharian deh...
gimana pelajarannya mau masuk,,,??
Mau ga' mau harus pake' jurus jitu yg telah digunakan nenek moyang kita terdahulu sampe dgn skarang apalagi namanya kalaw bukan "contekkan" .
(tapi gag sering sih) hanya disaat" mendesak aja ^_^
         Ada sih yang ga' suka buat contekkan tapi ujung - ujungnya nyontek hasil ujian teman yang lain,, yah ini lebih parah lagi selain suka nyontek juga "Kucing makan tulang" Haaaaa
        Tapi jujur sih ga' 100% mahasiswa itu kyak gitu ada juga koq yang benar - benar ingin dapet nilai murni dan blajar dgn giat..
Dan mereka itulah...orang - orang yang akan sukses nantinya,
gag kayak maaf yah "orang - orang yang suka  nuntut lebih dari para pejabat yang korupsi" tapi dirinya sendiri aja ga' bisa diajarin buat jujur..
kalaw dari sekolah aja udah berani curang gimana kerjanya nanti..??



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

JASA SEORANG IBU YANG SERING DILUPAKAN


saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya. Ternyata, tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasakasihan yang dalamkepadanya.



 JASA  SEORANG IBU YANG SERING DILUPAKAN…
Kisah ini ditulis oleh seorang pragawati yang menurut saya sangat bagus kita baca bersama-sama agar mengingat kita kepada jasa-jasa yang pernah dilakukan  oleh seorang ibu kepada anak-anaknya.
karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah Suatu saat ibu saya mengajak saya untuk berbelanja bersamanya orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut. 
Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi.
Akhirnya pada toko  terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali dibagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian,saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya. Ternyata, tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan   air mata yang keluar tanpa saya sadari. 
Setelah saya mendapatkan ketenangan   lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun   tersebut. Pakaian ini begitu indah,dan dia membelinya. Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya.
 Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju,membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya. 
Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya,mengambil tangannya, menciumnya … dan yang membuatnya terkejut,memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri.Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu
agung,   tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS