Teng tong
teng tererengreng..
Alarm Handphone ku berbunyi, ternyata udah jam 07.00 aku harus cepat – cepat bangun.
Seperti biasa beres – beres kamar habis itu sarapan, mandi trus siap – siap ke kampus.Selesai sarapan aku lihat dimeja ada mangga, owh iya hampir lupa kemarinkan ada kiriman dari orang tua aku di kampung. Maklum disini aku hanya ngekos !!
Awalnya aku mau berbagi dengan teman aku, ga’ enakkan makan sendiri?
Aku ketuk aja pintu kamar temanku niatnya sih mau ngasi mangga.
Tapi gag’ sengaja aku lihat diatas lemarinya ada sesuatu yang terlihat aneh.
Tanpa sengaja tanganku langsung mengambil bungkusan itu, dan ternya itu..
“KONDOM”
Apa ini, punya siapa, buat apa ? (Tanya hati kecilku )
tapi sebelum aku nanya temanku itu sebut saja dia Ben ( nama samaran ), langsung mengatakan kalaw itu milik temannya.
Tapi benar ataw ga’nya I don’t know but I’m care !
Waktu aku Tanya harganya berapa, jawabnya pendek hanya 20 ribuan kok ^_^
What ??
Jadi hanya dengan barang seharga 20-an seseorang begitu mudahnya melakukan sesuatu yang jelas – jelas dilarang oleh agama…
Lantas dimanakah rasa malu kita terhadap sang pencipta, dimana lagi rasa takut kita padanya,
apa tak ada tempat lagi untuk harga diri di Zaman yang makin menggila ini.
Dunia semakin lama semakin tua ditambah lagi dengan keadaan moral manusia yang makin memburuk, lantas apa yang bisa menjadi bekal kita di akhirat nanti, bukannya semuanya akan dipertanggungjawabkan kelak.
Owh..memang tak dapat dipungkuri, lingkungan yang buruk bisa dengan mudah mempengaruhi iman seseorang,
dan aku tau sekarang aku berada di lingkungan itu, dimana ketika aku memberontak aku akan terhempas bagai debu yang ditiup angin,
dan saat aku masuk kedalam dunia itu aku bagai masuk ke dalam kobaran api yang siap melahap seluruh tubuhku…
Aku hanya bisa diam,,,diam dan diam tak ingin menjadi korban zaman namun juga tak ingin dijauhi oleh mereka yang kusebut teman.
kuhanya bisa berharap dan berdo’a semoga saja sang pemilik waktu slalu melindungiku, dan meluruskan jalan bagi mereka yang tersesat.
Terakhir ijinkanlah aku mengutip kalimat dari seorang teman.
“ Kita boleh ikut arus, tapi jangan terbawah arus. Karena yang biasanya terbawah arus hanyalah ranting dan sampah “.
Meraih Kesuksesan Dengan Kejujuran (Refleksi Nilai Kehidupan)
5 tahun yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar