Ada seorang ayah dan anak. Sang ayah mengatakan kepada anaknya, bahwa apapun
yang dilakukan di dunia ini belum tentu benar. Sang ayah mengatakan akan
membuktikannya besok.
Keesokan harinya, diambillah seekor keledai miliknya. Sang ayah menyuruh
anaknya naik ke atas keledai itu dan menariknya melewati pasar. Orang-orang di
pasar mengatakan : "Anak tidak tahu diri. Orang tua sudah setua itu
menarik keledai, dan dia enak-enakan menunggang keledai".
Sesampainya di rumah, sang ayah mengatakan : "Kamu sudah dengar khan
bagaimana perkataan orang-orang. Besok kita coba lagi, tetapi kamu yang menarik
keledainya dan ayah yang menunggang keledai".
Ketika melewati pasar esok harinya, orang-orang di pasar mengatakan :
"Memang orang tua tidak tahu diri. Anak sekecil itu disuruh menarik
keledai, sedangkan ayahnya duduj enak di atas keledai".
Sampai di rumah, sang ayah mengatakan : "Kita sudah dengar perkataan orang
hari ini, besok kita coba lagi, tetapi kali ini kita berdua akan menunggang keledai
ini bersama-sama".
Seperti yang sudah direncanakan, mereka melewati pasar. Orang-orang di pasar
mengatakan : "Memang sepasang ayah dan anak yang tidak tahu diri. Makhluk
selemah keledai dinaiki bersama-sama".
Setibanya dirumah, sang ayah merencanakan :"Besok kita coba lagi, kali ini
keledai akan kita pikul bersama-sama."
Saat melewati pasar, orang-orang di pasar mengatakan :"Dasar orang
bodoh. Bukannya menggunakan keledai sebagai alat transportasi, tetapi malah
dipikul".
Walaupun kita melakukan apa yang benar, tetapi belum tentu benar di pandangan orang.

0 komentar:
Posting Komentar