Aku merasa bodoh ketika memikirkannya. Bagaimana
mungkin aku selalu menyebut namanya setiap ku terbangun dari tidurku, selalu
mengingatnya sebelum aku memejamkan mata, dan bahkan aku ingin dia datang dalam
mimpiku yang indah.
Sungguh aku merasa sesuatu ada yang salah, entah itu
rasa atau apapunlah namanya. Aku sungguh sulit membedakan mana yang namanya
cinta, mana yang namanya suka, mana yang namanya kagum atau bahkan hanya
sebatas simpatik saja.
Setiap kali dia memanggilku dengan sebutan yang
sebenarnya tak cukup enak untuk di dengar (namun dengan nada candaan),
sebenarnya aku marah dengan pemberian nama itu tapi, entah kenapa saat dia yang
mengucapkannya aku merasa aku adalah orang special dan orang yang paling rela
untuk dipanggil dengan sebutan apa saja asal dia orangnya.
Saat ku tahu dia tak begitu jauh dari tempatku, aku
sengaja melakukan hal – hal yang dapat menarik perhatiannya bahkan meskipun itu
hal terbodoh sekalipun.
Pernah sekali saat aku sedang bersikap iseng terhadap
salah seorang teman dia dengan mudahnya mengatakan, “Kamu, sebenarnya cantik,
tapi sayangnya aneh” ..!!
(sungguh dia tak tahu, kalau aku ngelakuin itu semata – mata hanya untuk menarik perhatiannya)
(sungguh dia tak tahu, kalau aku ngelakuin itu semata – mata hanya untuk menarik perhatiannya)

