Free Dance Cursors at www.totallyfreecursors.com
Aya Kawaii: Entah..Harus Bagaimana ??
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Entah..Harus Bagaimana ??


Aku merasa bodoh ketika memikirkannya. Bagaimana mungkin aku selalu menyebut namanya setiap ku terbangun dari tidurku, selalu mengingatnya sebelum aku memejamkan mata, dan bahkan aku ingin dia datang dalam mimpiku yang indah.

Sungguh aku merasa sesuatu ada yang salah, entah itu rasa atau apapunlah namanya. Aku sungguh sulit membedakan mana yang namanya cinta, mana yang namanya suka, mana yang namanya kagum atau bahkan hanya sebatas simpatik saja.

Setiap kali dia memanggilku dengan sebutan yang sebenarnya tak cukup enak untuk di dengar (namun dengan nada candaan), sebenarnya aku marah dengan pemberian nama itu tapi, entah kenapa saat dia yang mengucapkannya aku merasa aku adalah orang special dan orang yang paling rela untuk dipanggil dengan sebutan apa saja asal dia orangnya.

Saat ku tahu dia tak begitu jauh dari tempatku, aku sengaja melakukan hal – hal yang dapat menarik perhatiannya bahkan meskipun itu hal terbodoh sekalipun.

Pernah sekali saat aku sedang bersikap iseng terhadap salah seorang teman dia dengan mudahnya mengatakan, “Kamu, sebenarnya cantik, tapi sayangnya aneh” ..!!
(sungguh dia tak tahu, kalau aku ngelakuin itu semata – mata hanya untuk menarik perhatiannya)


Dan dari situ aku langsung menarik kesimpulan kalau  dia sama sekali gag tertarik dengan cewe’ yang kaku, aneh, jutek, kadang – kadang cerewet, dan super gag banget kayak aku. akhirnya belakangan aku tahu ternyata tipe cewe’nya itu : Berjilbab (ia deh aku ngaku tereliminasi di bagian ini), Kalem/gag banyak omong (sebenarnya aslinya aku emang pendiam banget, tapi karena kamu aku rela berubah supaya kamu tertarik egh alih – alih tertarik Ilfeel iya..!), Pintar (apanya dulu ? kalau masak aku baru belajar sich, kalau nyuci itu kehlianku, kalau makan itu bakatku, kalau nyanyi itu kelemahanku nari apalagi, tapi tenang aku cukup pintar dalam mata pelajaran).

Sekarang aku bingung harus gimana, dia terlanjur menjudge aku dengan seenak jidatnya.
Mendekatinya untuk kedua kalinya?? Ku rasa cukup tak lagi. (aku gag punya wajah cadangan atau topeng kepalsuan).

Mungkin diam adalah yang terbaik. Introspeksi diri juga perlu, kali aja aku memang gag selayaknya bersama orang yang terlanjur  baik jika dibandingkan dengan pribadiku sendiri.

Berusaha sudah…hasilnya “Gagal dengan Sukses”

Berdo’a, apalagi… “Tuhan mungkin tidak menakdirkanku dari tulang rusuknya”

Bercermin itulah hal terakhir yang sedang dan selalu aku lakukan #Sadness (,_,)/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar