Free Dance Cursors at www.totallyfreecursors.com
Aya Kawaii: Dua Rindu
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Dua Rindu





H-2 Ramadhan…

Marhaban ya Ramadhan, Marhaban ya Ramadhan.

Ramadhan tiba semua bahagia, bulan yang mulia, bulan yang penuh barokah, bulan yang penuh ampunan di dalamnya “Insya Allah”.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, secepat jantung yang berdetak. 

Kini tinggal mengitung jari lagi untuk memasuki bulan yang paling dinanti “Bulan Suci Ramadhan”, Bulan yang penuh dengan kemuliaan. Bulan dimana seluruh umat manusia (muslim) menjalankan Ibadah Puasa, tak hanya puasa untuk menahan nafsu makan, minum dan nafsu seksual belaka, melainkan juga puasa untuk menahan amarah / hawa nafsu. Puasa juga melatih kita untuk membersihkan diri dari dosa – dosa yang selama ini kita tekuni. Puasa mengajarkan kita untuk disiplin terhadap waktu, waktu yang sengaja atau tidak telah terbuang dengan sia – sia tanpa beribadah kepada-Nya, puasa mengajarkan kita untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi orang tak mampu yang bahkan berhari – hari tak mendapatkan sesuap nasi untuk bertahan hidup dan kemudian puasa kembali mengingatkan betapa berharganya nikmat yang kita peroleh setelah berbuka puasa namun seringkali tak kita syukuri. Puasa juga melatih kita untuk sabar, sabar akan cobaan, sabar akan ujian baik harta wanita dsb. Puasa juga menggambarkan suatu usaha yang apabila dilaksanakan dengan sungguh – sungguh maka akan memperoleh nikmat yang sangat besar yaitu hari kemenangan. Dan yang terpenting adalah bahwa puasa yang dilandasi dengan niat semata – mata hanya karena dan untuk Allah akan mendekatkan kita kepada-Nya ..Amin.

Siang ini langit masih saja mendung, dengan rintik hujannya yang slalu datang mengiringi. Bagai hatiku yag sedang menahan rindu yang tak tebendung lagi yang dengan sedikit air mata yang membasahi, kuusap dengan penuh rasa sedih.

Aku sungguh sangat merindukan mereka, mereka yang yang dulu slalu ada bak malaikat yang slalu menjaga dan melindungiku.

Namun kini mereka tlah pergi, pergi untuk selama – lamanya, pergi untuk menghadap Dia sang pemilik segala – galanya. 

1.
Adikku, adik sepupuku yang sangat manis, yang slalu taat dan patuh kepada kedua orangtuanya, adik yang tak pernah membantah kakaknya ini dan slalu menyayangi saudara – saudaranya, adik yang tak pernah menuntut lebih, adik yang meskipun sedang dalam keadaan sakit tetap menjalankan puasa sampai ia benar – benar tak mampu lagi untuk melakukkannya dan adik yang Insya Allah akan dibangkitkan bersama orang – orang yang dicintai Allah.

2.
Kakakku, kakak sepupuku yang paling ganteng, yang banyak wanita terpikat olehnya bahkan aku mengakui bahwa ia begitu tampan dan juga baik hati. Kakakku yang paling disayang oleh paman dan bibiku, kakakku yang slalu dimanjakan yang slalu dituruti kemauannya, kakak yang slalu eksis di dunia maya, kakak yang paling suka telat bangun, kakak yang juga penurut terhadap kedua orangtuanya juga sangat pendengar terhadap saudara – saudaranya hingga tak pernah terdengar olehku mereka beraduh mulut dsb. Dan kakak yang tanpa disadari memiliki begitu banyak teman dari berbagai kalangan dan itu baru disadari keluarga setelah banyak teman”nya yang datang di pemakamannya dengan berbagai penyesalan, do’a dan harapan.

Keduanya telah pergi dengan caranya masing – masing, 

Adikku pergi, setelah hampir satu bulan menjalani pengobatan di rumah sakit dengan masih sempat mencium tangan ayahnya yang begitu setia menemaninya. Dia pergi dengan satu penyesalan karena disaat – saat terakhirnya tak dapat melihat adik semata wayangnya, yang selalu ia sebut ketika ia mengelu kepada ibunya. Ia pergi dengan setitik air mata, air mata karena saking rindunya terhadap adiknya, air mata karena beratnya sakit yang ia derita, dan Insya Allah air mata bahagia karena akan bertemu sang peilik jagad raya.

Selang sebulan kemudian di tanggal sama.

Berita dukapun datang dari kakakku, yang juga pergi menyusul adik sepupuku, mereka seakan telah membuat janji sebelumnya, siapa sangka pada saat pemakaman adikku, dia masih sempat mengahdirinya namun kini iapun tak berdaya di pembaringan terakhirnya. Ia pergi dengan keadaan yang sangat sangat tidak terfikirkan sebelumnya. “Kecelakaan” itulah penyebabnya. Beberapa jam sebelum kejadian kakakku masih sempat – sempatnya menyiapkan makanannya dan menggoreng telur kesukaannya. Tak lama kemudian iapun pamit dgn mengendarai motor yang biasa digunakan ayahnya untuk kekebun (bukan motor besarnya yang sering ia gunakan kemana – mana). Namun siapa sangka saat diperjalanan kembali kerumahnya, kakakku mengalami kecelakaan naas itu dan tak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian itu. Beberapa lama setelah itu iapun dibawah kerumahnya oleh orang orang sekitar, karena kejadian itu hanya berjarak beberapa jauh dari rumahnya. Kakakku sempat dilarikan ke puskesmas, namun sayang takdir berkata lain waktunya hanya digoreskan sampai disitu. Paman dan bibikupun tidak percaya dengan kejadian singkat itu, dan tak heran bibipun sempat pingsan begitupun dengan kakak – kakanya. Bibiku sangat menyesal karena ia adalah anak bungsu anak kesayangan mereka yang dengannya mereka bekerja keras dengannya mereka memperoleh semangat. Namun ia begitu cepat meninggalkan keluarga tanpa menderita penyakit, tanpa dirawat, tanpa dokter tanpa harus dilarikan ke rumah sakit. Jangankan sehari untuk merawatnya sejampun tidak dan itu sangat menyakitkan untuk keluarga besar kami hingga yang tersisa hanya penyesalan dan kasih sayang yg masih banyak belum tersampaikan untuknya, namun sungguh kami sadar bahwa kasih sayang Allah lah yang pertama dan paling utama….

Selamat jalan…

Untuk kedua My Best brother ku, dua rindu ini akan slalu menjadi satu dalam lubuk hatiku yang terdalam..
Menjalankan ibadah puasa tanpa kalian, sungguh tak pernah terbayangkan olehku..
Belum pernah aku merasakan sebelumnya, kedua senyum itu, kedua nama itu kini tak lagi bersama fisikku namun akan slalu ada disini dihati kami “Keluarga” kalian.
Saat ini kami masih harus menjalankan Ibadah puasa sebaik dan sebisa kami untuk kelak menjadi bekal kami diakhirat nanti.

Dan kini kalian tak perlu berpuasa lagi karena kalian telah bebas dari puasa dengan segala bentuk cobaanya didunia. Sekarang dialam yang nun jauh disana kalian  tinggal menunggu hidangan untuk berbuka. Semoga hidangan yang kelak kalian terimah adalah hidangan yang nikmat yang melebihi hidangan termahal sekalipun di dunia.

Saat menyongsong hari kemenangan nanti tak ada lagi baju baru untuk kalian, takkan ada lagi senyum kita yang saling berpapasan, tak ada lagi tangan yang saling berjabat dan saling memafaatkan…

Namun wahai adik dan kakakku yang selalu hidup di hati ini..

Ijinkankanlah kami untuk memanjatkan do’a kepada Allah SWT, untuk memberikan kalian kemenangan yang sesungguhnya kemenangan yang takkan pernah ada akhirnya yaitu “Surga” yang mengalir sungai – sungai indah di dalamnya..

Semoga kelak kita akan bertemu ditempat Terindah itu….

Amin Ya Rabbal Alamin.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar