Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
Dengan memanjatkan Puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat hidayah serta izinnya semata saya dapat menyelesaikan tulisan sederhana saya. sehubungan dengan tugas Mata kuliah Bahasa Indonesia.
Dengan memanjatkan Puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat hidayah serta izinnya semata saya dapat menyelesaikan tulisan sederhana saya. sehubungan dengan tugas Mata kuliah Bahasa Indonesia.
Seperti halnya orang
lain, kesulitan pertama yang saya temui saat menulis adalah menemukan kata
pengantar yang tepat untuk sampai pada isi cerita.
Baiklah langsung saja
pada cerita masa SD saya,
sebagaimana anak – anak pada umumnya, saya adalah sosok anak yang periang, suka
belajar, dan memiliki banyak teman. Saat saya masih duduk dibangku SD tepatnya
sampai kelas V, saya adalah anak tunggal dimana saya tidak memiliki kakak dan
belum memiliki adik – adik yang lucu seperti saat ini. Oleh sebab itu sekolah
adalah tempat yang paling menyenangkan untuk saya karena disana saya bisa
bersenang – senang, bermain dengan teman – teman yang tak dapat disebut satu
persatu, dan melakukan hal – hal yg tak dapat saya lakukan dirumah sendirian.
Dan yang paling utama disekolahlah tempat saya belajar, belajar mengerti,
belajar memahami, belajar kebersamaan dan belajar mengenal dunia.
belum termasuk cinta “kepada lawan jenis”.
belum termasuk cinta “kepada lawan jenis”.
Hari pertama saya
masuk Sekolah Lanjutan Tingkat pertama (SLTP),
yaitu hari pertama masa orientasi siswa adalah saat pertama dimana saya
merasakan sesuatu yang tak pernah terjadi sebelumnya. Entah itu cinta atau
perasaan apapun itu yang jelas saat itu saya menganggap itu hanyalah kekaguman
terhadap seseorang yang baik, yang nyaman untuk dipandang dan lumayan membuat
saya termotivasi untuk masuk sekolah.
Disamping itu saya
bisa mempertahankan nilai akademis saya dengan baik, dimana setiap pembagian
raport Alhamdulillah usaha dan kerja keras orangtua saya membawakan hasil yang
cukup baik, meskipun saya bukan tergolong anak yang manja, dimana saat saya
berprestasi tak ada kado, tak ada hadiah, bahkan tak jarang tak ada ucapan
selamat sekalipun, namun itu bukan menjadi halangan bagi saya untuk tetap
berprestasi dan berjuang meraih mimpi. Karena bagi saya dengan hanya melihat
senyum bahagia dari kedua orangtua saya saja itu adalah sesuatu yang sudah
lebih dari cukup yang menggambarkan ketulusan hati keduanya yang tak dapat
diwakili dengan kata sekalipun.
Jarak rumah dan
sekolah SMP saya terbilang lumayan jauh, saat ayah saya sedang tidak sibuk
bekerja beliau selalu mengantarkan saya kesekolah, tapi tak jarang saya harus
menempuh perjalanan pergi/pulang sekolah dengan hanya berjalan kaki. Sungguh sering
terlintas dibenak ini untuk tidak melanjutkan sekolah saking capeknya, dan
melihat lingkungan terlebih teman – teman yang lain hanya asik bermain, dan
menikmati hidup tanpa harus sekolah dan membantu kedua orang tua mereka. Tapi
saat raga ini terasa lelah logika tak diam begitu saja “Ayo kamu bisa, kamu
harus bisa, tak boleh menyerah, perjalanan yang jauh dan melelahkan akan
mengantarkanmu ketempat yang lebih tinggi”. Kata – kata itu seakan membisiki
telingaku yang memberiku alasan untuk tetap bertahan.
Dengan mengenakan
seragam putih abu – abu saya mulai melangkahkan kaki menuju SMK
Negeri 1 Kotamobagu, tempat dimana saya belajar dari yang belum tahu
menjadi tahu dan dari yang tahu menjadi lebih paham, tempat dimana saya belajar
kedisiplinan, belajar mengaplikasikan pengetahuan yang saya dapat dengan dunia
kerja.
Karena saya berasal
dari sebuah lorong kecil disuatu Desa maka dikota ini saya harus tinggal dikos
– kosan, dan disini tak sedikit kisah yang saya alami dan begitupun dengan
makna yang bisa saya petik. Karena tinggal sendiri otomatis saya harus bisa
mandiri, dari yang tadinya tidak bisa masak tak terbiasa mencuci pakaian mau
tidak mau harus menjadi tahu dan membiasakan diri, saya harus pintar – pintar
mengatur uang yang dikirim orangtua saya dan sebisa mungkin meminimalisir
pengeluaran – pengeluaran yang tak mesti harus dilakukan.
Seperti lirik lagu
yang sering kita dengar “Masa – masa paling indah kisah kasih disekolah” banyak
hal menyenangkan terjadi disana, dimana terdapat teman – teman dari latar
belakang, suku, warna kulit dan bahasa yang berbeda berbondong – bondong menuju
sekolah dengan tujuan yang sama Belajar untuk masa depan yang lebih baik.Jadi
ingat dulu waktu dibangku SMA kelas II kelasku begitu ramai dengan adanya 4 sekawan
yang sangat mengidolakan artis – artis korea mereka begitu antusias dan tak
pernah ketinggalan informasi mengenai artis kesukaan mereka, ada juga 3 orang
laki – laki yang sangat suka dengan Naruto bahkan dari gaya dan cara berpakaian
mereka saja sudah dapat menjelaskan, ada juga gank sekolah yang lumayan
terkenal dan eksis dengan kegiatan – kegiatan, ada juga 2 orang teman yang
sering diam duduk dibelakangku dan tak suka bergaul, dan seorang teman baikku
yang meskipun berbeda keyakinan denganku tapi tetap selalu menganggap aku
sebagai saudaranya, makan kemana – mana selalu ada dia namanya marry kami
sering menyapanya me’ kedengarannya lucu seperti orangnya.
Tak terkira tak terasa
seiring berjalannya waktu kini putih abu – abu tinggal menjadi kenangan yang
tersimpan rapi dilemari bajuku, yang terikat kuat dihatiku. Yangkan slalu
terkenang selama hidupku. Kini masing – masing dari kami telah memutuskan
memilih jalan yang sesuai dengan tujuan yang dicapai ada yang ingin jadi guru,
jadi dokter, jadi penyanyi, jadi pesepak bola, jadi Ibu rumah tangga, ada yang
langsung bekerja dan lain – lain.
Dan aku inilah aku
yang sekarang dengan bangga mengaku Mahasiswa perguruan Tinggi Stie Widya Darma
Kotamobagu calon akuntan InsyaAllah amanah. Semoga apa yang kuinginkan dan yang
orangtua harapkan kedepannya bisa menjadi lebih baik yang tak hanya sukses
dalam karir namun juga bisa menjadi manusia yang bermoral manusia tentunya
dengan kerja keras dan slalu berdo’a kepadanya. Karena dimana ikhtiar kita
berhenti maka disitulah takdir kita. Keberhasilan dan keberuntungan adalah buah
dari usaha bukan hasil dari kebetulan.
S E L E S AI

0 komentar:
Posting Komentar