Free Dance Cursors at www.totallyfreecursors.com
Aya Kawaii: PENGALAMAN HIDUP
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

PENGALAMAN HIDUP


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

           
Dengan memanjatkan Puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat hidayah serta izinnya semata saya dapat menyelesaikan tulisan sederhana saya. sehubungan dengan tugas Mata kuliah Bahasa Indonesia.

Seperti halnya orang lain, kesulitan pertama yang saya temui saat menulis adalah menemukan kata pengantar yang tepat untuk sampai pada isi cerita. 

Baiklah langsung saja pada cerita masa SD saya, sebagaimana anak – anak pada umumnya, saya adalah sosok anak yang periang, suka belajar, dan memiliki banyak teman. Saat saya masih duduk dibangku SD tepatnya sampai kelas V, saya adalah anak tunggal dimana saya tidak memiliki kakak dan belum memiliki adik – adik yang lucu seperti saat ini. Oleh sebab itu sekolah adalah tempat yang paling menyenangkan untuk saya karena disana saya bisa bersenang – senang, bermain dengan teman – teman yang tak dapat disebut satu persatu, dan melakukan hal – hal yg tak dapat saya lakukan dirumah sendirian. Dan yang paling utama disekolahlah tempat saya belajar, belajar mengerti, belajar memahami, belajar kebersamaan dan belajar mengenal dunia.
belum termasuk cinta “kepada lawan jenis”.


Hari pertama saya masuk Sekolah Lanjutan Tingkat pertama (SLTP), yaitu hari pertama masa orientasi siswa adalah saat pertama dimana saya merasakan sesuatu yang tak pernah terjadi sebelumnya. Entah itu cinta atau perasaan apapun itu yang jelas saat itu saya menganggap itu hanyalah kekaguman terhadap seseorang yang baik, yang nyaman untuk dipandang dan lumayan membuat saya termotivasi untuk masuk sekolah.
 
Disamping itu saya bisa mempertahankan nilai akademis saya dengan baik, dimana setiap pembagian raport Alhamdulillah usaha dan kerja keras orangtua saya membawakan hasil yang cukup baik, meskipun saya bukan tergolong anak yang manja, dimana saat saya berprestasi tak ada kado, tak ada hadiah, bahkan tak jarang tak ada ucapan selamat sekalipun, namun itu bukan menjadi halangan bagi saya untuk tetap berprestasi dan berjuang meraih mimpi. Karena bagi saya dengan hanya melihat senyum bahagia dari kedua orangtua saya saja itu adalah sesuatu yang sudah lebih dari cukup yang menggambarkan ketulusan hati keduanya yang tak dapat diwakili dengan kata sekalipun.

Jarak rumah dan sekolah SMP saya terbilang lumayan jauh, saat ayah saya sedang tidak sibuk bekerja beliau selalu mengantarkan saya kesekolah, tapi tak jarang saya harus menempuh perjalanan pergi/pulang sekolah dengan hanya berjalan kaki. Sungguh sering terlintas dibenak ini untuk tidak melanjutkan sekolah saking capeknya, dan melihat lingkungan terlebih teman – teman yang lain hanya asik bermain, dan menikmati hidup tanpa harus sekolah dan membantu kedua orang tua mereka. Tapi saat raga ini terasa lelah logika tak diam begitu saja “Ayo kamu bisa, kamu harus bisa, tak boleh menyerah, perjalanan yang jauh dan melelahkan akan mengantarkanmu ketempat yang lebih tinggi”. Kata – kata itu seakan membisiki telingaku yang memberiku alasan untuk tetap bertahan.
Dengan mengenakan seragam putih abu – abu saya mulai melangkahkan kaki menuju SMK Negeri 1 Kotamobagu, tempat dimana saya belajar dari yang belum tahu menjadi tahu dan dari yang tahu menjadi lebih paham, tempat dimana saya belajar kedisiplinan, belajar mengaplikasikan pengetahuan yang saya dapat dengan dunia kerja.

Karena saya berasal dari sebuah lorong kecil disuatu Desa maka dikota ini saya harus tinggal dikos – kosan, dan disini tak sedikit kisah yang saya alami dan begitupun dengan makna yang bisa saya petik. Karena tinggal sendiri otomatis saya harus bisa mandiri, dari yang tadinya tidak bisa masak tak terbiasa mencuci pakaian mau tidak mau harus menjadi tahu dan membiasakan diri, saya harus pintar – pintar mengatur uang yang dikirim orangtua saya dan sebisa mungkin meminimalisir pengeluaran – pengeluaran yang tak mesti harus dilakukan.
Seperti lirik lagu yang sering kita dengar “Masa – masa paling indah kisah kasih disekolah” banyak hal menyenangkan terjadi disana, dimana terdapat teman – teman dari latar belakang, suku, warna kulit dan bahasa yang berbeda berbondong – bondong menuju sekolah dengan tujuan yang sama Belajar untuk masa depan yang lebih baik.Jadi ingat dulu waktu dibangku SMA kelas II kelasku begitu ramai dengan adanya 4 sekawan yang sangat mengidolakan artis – artis korea mereka begitu antusias dan tak pernah ketinggalan informasi mengenai artis kesukaan mereka, ada juga 3 orang laki – laki yang sangat suka dengan Naruto bahkan dari gaya dan cara berpakaian mereka saja sudah dapat menjelaskan, ada juga gank sekolah yang lumayan terkenal dan eksis dengan kegiatan – kegiatan, ada juga 2 orang teman yang sering diam duduk dibelakangku dan tak suka bergaul, dan seorang teman baikku yang meskipun berbeda keyakinan denganku tapi tetap selalu menganggap aku sebagai saudaranya, makan kemana – mana selalu ada dia namanya marry kami sering menyapanya me’ kedengarannya lucu seperti orangnya.

 Tak terkira tak terasa seiring berjalannya waktu kini putih abu – abu tinggal menjadi kenangan yang tersimpan rapi dilemari bajuku, yang terikat kuat dihatiku. Yangkan slalu terkenang selama hidupku. Kini masing – masing dari kami telah memutuskan memilih jalan yang sesuai dengan tujuan yang dicapai ada yang ingin jadi guru, jadi dokter, jadi penyanyi, jadi pesepak bola, jadi Ibu rumah tangga, ada yang langsung bekerja dan lain – lain.
Dan aku inilah aku yang sekarang dengan bangga mengaku Mahasiswa perguruan Tinggi Stie Widya Darma Kotamobagu calon akuntan InsyaAllah amanah. Semoga apa yang kuinginkan dan yang orangtua harapkan kedepannya bisa menjadi lebih baik yang tak hanya sukses dalam karir namun juga bisa menjadi manusia yang bermoral manusia tentunya dengan kerja keras dan slalu berdo’a kepadanya. Karena dimana ikhtiar kita berhenti maka disitulah takdir kita. Keberhasilan dan keberuntungan adalah buah dari usaha bukan hasil dari kebetulan.


S E L E S AI


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar